Subscribe:

Kamis, 01 Maret 2012

DI BALIK JARING RAKETMU


            “Tan, jangan lupa besok seleksi dance di V B.”
“Oke. Bukannya semua grup dance tampil ?”
“Kalo pesertanya dikit ya tampil semua.”
“O. Jam berapa ?”
“Belum pasti waktunya, besok menyesuaikan aja. Paling sekitar jam 8.”
“Hmm, thanx ya.”
Di bawah kejamnya mentari yang kontroversial karena pigmen, Titi melayangkan kabar seleksi dance untuk acara perpisahan kelas VI. Aku diberi tahu kabar itu ketika melintasi pertengahan diagonal tak simetris lapangan upacara sekolah. Mungkin pada titik koordrinat (2,-1). Akan relatif lebih jauh apabila melintasi pinggiran lapangan upacara. Sederhana saja, seperti rumus matematika phytagoras c = , sisi miring lebih mempersingkat waktu daripada jalan L. Aneh, mengapa ia tak memberi informasi di kelas saja. Faktanya Titi satu kelas denganku, IV B. Mungkin daya ingat di dalam kelas dan di luar kelas berbeda.
*
            Dalam eksentrika alunan musik hip hop aku, Rani, Rinda, Fira, Gita, dan Putri akan berlatih keras untuk kelancaran besok. Mengulangi langgak-lenggok tubuh kami kemarin. Cukup menyenangkan suasana teras rumah Putri yang seperti surga fauna kecil di antara flora hijau. Sesekali kami duduk berbincang secara lesehan di lantai putih memiliki efek seperti petir sambil menyeruput limun cocopandan merah dingin yang memberi kesejukan tenggorokan. Ini bulan Juni, tentu saja kami berani minum limun dingin, karena tak sedikitpun air hujan menetes di musim kemarau.
            Masih tentang dance, lompat sana lompat sini. Tangan harus begini atau begitu. Namanya juga dance, ekspresi dan kreasi sangat penting. Setelah itu tinggal menunggu hasilnya yang berupa apresiasi dari beberapa pihak. Tepuk tangan menjadi hadiah paling sederhana pada sebuah pementasan.
*
Aku duduk di bangku bersama teman satu grup dance. Berebut oksigen, mungkin secara ilmiah seperti itu. Suasana begitu penuh sesak oleh 60an pasang mata, yang sejatinya ruangan itu hanya berkapasitas 40 orang. Tapi tak seorang pun mengeluh, enjoy dengan suasana sekarang dengan hiburan dance, menyanyi, dan sebagainya.
Sebagian anak laki-laki di belakang menaikkan kursi di atas meja agar dapat melihat jelas seleksi untuk perpisahan. Aneh-aneh saja tingkah mereka. Tiga orang itu adik kelasku